Spiritual

MAKALAH SALON KECANTIKAN PDF

Jam kerja: Senin-Sabtu s/d , Minggu s/d Visi: ingin menjadi salon khusus kecantikan wanita yang dapat memuaskan pelanggannya baik. Makalah Kita Adalah Website Sharing Informasi Makalah Yang Baik dan Benar Sesuai Ejaan Contoh Makalah Kewirausahaan Salon Kecantikan (Lengkap). Jenis usaha ini pun makin beragam. Bukan hanya salon kecantikan dan pasar produk perawatan kulit, tetapi juga spa. Pasar produk perawatan kulit dan salon .

Author: Meztitaxe Malat
Country: Vietnam
Language: English (Spanish)
Genre: Health and Food
Published (Last): 23 June 2015
Pages: 452
PDF File Size: 15.52 Mb
ePub File Size: 6.43 Mb
ISBN: 518-9-93775-460-4
Downloads: 42525
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mezirg

nakalah Rute Pondok Kopi — Rawamangun terasa dekat karena sering antar jemput ponakan yang tinggal di Rawamangun. Ditengah rute tersebut saya sering mampir disebuah Mall. Mall Klender yang kecantikaan dikenal dengan nama Swalayan Jogja yang hangus terbakar waktu heboh penjarahan diawal reformasi. Biarpun kecil Mall ini menyediakan hampir semua kebutuhan, bisa makan pizza, donut, fried chicken, swalayan, baju baju, warnet, ATM, salon kecantikan dan ada toko CD favorite saya, DiscTara. Tapi entah kenapa setelah sebulan saya tidak mampir ternyata DiscTara tutup.

Saya tidak sempat tanya sama pegawainya kemana mereka pindah kalau memang pindah. Setelah itu saya coba cari toko CD ke tempat lain tapi banyak yang sudah tutup duluan. Apa karena bisnis musik sedang turun?

Padahal makzlah dua tahun terakhir band band baru sedang bermunculan di industri musik Indonesia. Sebut saja mulai dari Peterpan, Ungu, Samsons dan tentu saja band yang sudah lebih dahulu exist seperti Dewa, Padi, Slank dst.

Tidak mungkin bisnis musik lesu pikir saya, lha wong musisi dan penikmat musiknya bertambah banyak, kenapa mesti lesu? Sampai akhirnya majalah Rolling Stone versi Indonesia edisi Maret menulis kiamatnya industri musik Indonesia. Widi Asmoro dari Sony BMG yang saya minta klarifikasinya tentang hal ini membenarkan, bahkan lebih jauh lagi Widi menyebutkan bahwa musisi Indonesia sekarang ini lebih hanya mengandalkan honor dari konser untuk biaya hidup sehari-hari ketimbang dari royalti rekaman.

Walaupun menurut Widi musik itu sendiri tidak akan pernah mati sementara industri musik kelihatanya bakal terus terpuruk. Saya baru mendapat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi setelah membaca blognya Pak Budi Rahardjo seorang pemerhati masalah TI. Menurut Pak Budi terpuruknya industri musik karena selain pembajakan juga karena perubahan kebiasaan cara mendengarkan musik yang semula dalam format audio menjadi format digital. Seketika saya sadar bahwa musik yang saya dengar setiap hari selama ini adalah musik digital hasil transfer dari Maklah Audio original yang saya beli.

Rupanya kebiasaan saya itu sangat berpengaruh karena terjadi secara global. Ini membuka wawasan saya bahwa apa yang sebenarnya sedang terjadi adalah sebuah revolusi, revolusi media yang dikomandani oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sepuluh tahun yang lalu kebanyakan saon mendengarkan musik dari kaset atau CD, membaca berita dari koran atau majalah, menonton hiburan dari TV atau video.

Sepuluh tahun yang lalu kebanyakan maka,ah menggunakan komputer hanya untuk produktifitas kecantikaan kantor atau game, kecantikwn internet hanya untuk baca email atau baca berita diportal atau versi online dari media cetak atau hanya untuk cari informasi di Search Engine.

Kini mungkin kebanyakan orang akan mengerti bahwa sudah terjadi perubahan media dari konvensional ke digital. Dulu baca berita dimedia cetak sekarang baca berita jakalah, dulu dengar musik ditape, sekarang dengar musik dikomputer atau mp3 player.

Tapi apakah hanya sebatas itu. Kalau kita cermati seperti cerita saya diatas maka perubahan ini sesungguhnya membawa implikasi yang sangat luas. Berubahnya media mengubah perilaku masyarakat, berubahnya perilaku masyarakat mengubah tatanan ekonomi, bisnis, sosial, agama, budaya bahkan politik.

Bagaimana itu terjadi kita mesti simak secara keseluruhan mulai dari proses perubahan. Setelah komputer digital menjelma dalam bentuk PC yang murah meriah dan dapat dimiliki oleh banyak orang, kemudian Bill Gates dari Microsoft menciptakan Sistem Operasi Windows yang membuat PC menjadi bisa digunakan tidak hanya untuk mengetik tapi juga untuk mendengarkan musik, menjelajah internet, nonton film, bermain game dll, kemudian lagi Linus Torvalds menciptakan Sistem Operasi Linux yang memfasilitasi jutaan server situs lecantikan baru penyedia content digital, maka perubahan besar sudah dimulai.

  COM RECRUITING NEWEMPLOYEE NDAFORMAE PDF

Media telah berubah, orang yang baca berita diinternet semakin banyak, pembaca berita dari media cetak tentunya semakin sedikit. Orang yang mendengarkan musik dari komputer atau mp3 player semakin banyak sementara pendengar musik dari stereo-tape semakin sedikit.

Perilaku telah berubah lantas apa selanjutnya. Pada prinsipnya masyarakat menginginkan kemudahan entah dari akses, harga atau zalon dari sebuah media. Keadaan ini membuat industri hardware dan software berlomba lomba membuat format digital mereka supaya bisa dinikmati oleh pengguna peralatan media digital. Steve Jobs dari Apple menciptakan iPod sebagai MP3 player pertama yang kemudian segera ditiru oleh banyak produsen hardware lainnya dengan harga jual murah meriah bak kacang goreng.

Belum lagi produk HP yang semakin murah dan semakin canggih yang memungkinkan pengguna HP bisa melakukan apapun yang biasa dilakukan di PC. Karena media baru baca: Ketika rasio pengguna media-baru sudah semakin besar dibanding dengan pengguna media-lama maka mulailah timbul gejala gejala yang sebelumnya hanya diyakini sebagai gaya hidup modern saja.

MAKALAH KITA

Masih ingat fenomena Inul Daratista dengan aksi goyang ngebornya? Fenomena ini memicu polemik nasional berkepanjangan. Berbagai tokoh sosial dan agama ikut terlibat dalam kisruh goyang ngebor ini. Tahukah anda media yang digunakan Inul untuk meroketkan popularitasnya? Media yang dipakai adalah VCD aksi goyang ngebor yang bajakanya dapat diperoleh dengan mudah dan harga murah. Parameter sukses sebuah Band dibarat sekarang sudah mulai menggunakan download singles dan bukan lagi jumlah copy album yang terjual.

Kalau sudah begini apa yang mesti kita lakukan?

Haruskah kita bertahan dengan paradigma lama? Haruskah para pelaku industri musik tanah air baca: Label bertahan tidak mau membuka diri dengan tidak menjual produknya secara online.

Ada contoh menarik tentang hal ini. Di dunia jurnalistik kita mengenal media baru yang bernama Blog.

Revolusi Industri Musik Indonesia | Budayawan Muda

Semula banyak pelaku jurnalistik yang mencibir tentang keberadaan Blog yang dianggap tidak serius ini. Seperti halnya pelaku industri musik yang mengecam MP3 sebagai biang kerok pembajakan.

Tapi kemudian Blog mulai dihayati sebagai media baru yang juga bisa menjadi media jurnalisme serius. Budi Putra seorang wartawan Tempo yang sudah cukup mapan memutuskan berhenti bekerja untuk Tempo dan memilih menjadi fulltime blogger.

Perusahaan perusahaan mulai mengasuh Blog sebagai ajang Public Relation dan marketing mereka. Apa akibatnya jika makallah tidak memperhitungkan keberadaan media baru ini? Nila Tanzil seorang jurnalis dan juga seorang blogger telah membuktikan bahwa media makqlah tidak bisa dinafikan begitu saja keberadaannya. Tulisan Nila pada blognya membuktikan pemerintahan sebuah negarapun tidak bisa terhindar dari perubahan. Sebuah negara, tepatnya Malaysia. Kisahnya berawal dari Sapon sebagai presenter TV swasta diundang oleh pemerintah Malaysia untuk meliput promosi pariwisata negara itu.

Pemerintah Malaysia menghendaki liputan sesuai keinginan mereka alias tidak mengungkap fakta sebenarnya yang tentu saja tidak bisa diterima oleh Nila. Sepulang ke tanah air Nila menulis di blognya tentang liputan tersebut apa adanya. Tulisan itu kemudian mengundang polemik yang berujung statement dari dua orang mentri Malaysia Menteri Pariwisata Malaysia dan Menteri Penerangan Malaysia. Dua menteri tersebut menyatakan bahwa media baru bernama Blog berikut dengan para bloggernya tidak bisa dipercaya alias pembohong.

Tentu saja para pembaca berita sudah tahu siapa yang mengungkap fakta yang sebenarnya tentang pariwisata Malaysia.

Mereka dua orang menteri ini yang mewakili pemerintahan sebuah negara sekalipun tidak bisa melawan arus perubahan dimana orang orang sudah mengalami perubahan.

Walhasil promosi yang semula ditujukan untuk membangun citra positif pada pariwisata Malaysia malah menuai citra negatif hanya kerana tidak tanggap pada perubahan media. Ketika invasi Amerika ke Irak dimulai banyak media resmi Barat yang menggunakan blog-blog individual sebagai referensi mereka.

Ini membuktikan media baru bernama Blog tidak bisa dianggap main-main peranannya dalam jurnalisme. Kembali ke bidang musik dimana lebih banyak lagi fakta yang bisa diungkap.

  AIR WAYBILL FORMATO PDF

Makalah Kita | Edukasi Makalah Yang Baik dan Benar

Angelina Alfareza Echa seorang yang berasal dari keluarga musisi ayah, ibu, suami dan adik adiknya semua berprofesi sebagai musisi mengungkapkan banyak hal tentang kehidupan musisi. Kakak kandung Audy Item ini menggambarkan kehidupan musisi tanah air memang cuma mengandalkan pemasukan dari konser, manggung, iklan, dan kalo ada yg bisa main sinetron atau film termasuk orang yang beruntung, at least itu dari sisi bisnis katanya. Menurut Echa band-band atau artis yang masanya sudah agak lewat, kalo tidak legend-legend banget dan tidak punya massa penggemar bakal sulit untuk survive di dunia musik.

Lebih jauh lagi Echa mengungkapkan untuk band atau penyanyi yang memiliki sisa kontrak album masih ada harapan dengan berbagai syarat berat diantaranya harus ada 3 hit singles dalam satu album. Kalau syarat tersebut tidak terpenuhi maka jangan harap Label akan merilis albumnya.

Istri musisi Emil personel band NAIF ini kadang suka prihatin dengan anak-anak band baru yang minta didenger demonya untuk minta sumbang saran dan bantuan link ke produser atau Label.

Mereka datang dengan setumpuk harapan, angan-angan ingin ngetop dan banyak uang.

E-Journal Home Economic and Tourism

Sekarang tidak segampang itu, selain materi musti kuat, ada hits, promo, management artisnya, salin x dari artis itu sendiri tukasnya. Pembajakan bukanlah satu-satunya biang kerok keterpurukan industri musik. Sebelum maraknya media digitalpun pembajakan sudah ada tapi efeknya tidak seperti sekarang. Para pembajak rupanya lebih tanggap akan perubahan media dibanding para pelaku industri musik itu sendiri. Kita belum lagi benar benar memasuki puncak dahsyatnya perubahan. Sebentar lagi pemerintah akan menggelar megaproyek Palapa 02 Ring Palapa Ring yang nilai proyeknya mencapai Rp 3 triliun.

Sudah ada konsorsium 7 perusahaan besar yang akan ikut tender megaproyek Palapa Ring ini. Palapa Ring nantinya akan menjadi infrastruktur telekomunikasi broadband backbone yang akan menghubungkan 33 propinsi yang mencakup kabupaten. Kalau saya ibaratkan backbone itu bolehlah dikatakan jalan tol telekomunikasi, sementara pintu tolnya adalah handset telephone selular dengan fasilitas koneksi internet yang sudah semakin murah dan canggih, apalagi setelah handset generasi 3G keluar.

Jika nanti pada masa Palapa Ring ini sudah beroperasi maka bisa dibayangkan perubahan yang akan terjadi. Media baru akan semakin mengambil peran penting. Download MP3 bisa selesai hanya dalam hitungan detik. Hampir semua yang biasa dilakukan lewat PC akan dilakukan lewat HP. Padahal anda tahu sendiri pengguna HP jauh lebih banyak daripada pengguna PC dan akan terus bertambah bayangkan jumlah pemakai HP di kabupaten. Siapa yang masih mau bertahan dalam keadaan seperti ini dengan paradigma bisnis lama.

Bisakah pelaku industri musik menghentikan aksi pembajakan dengan cara cara lama? Sementara para pembajak terus saja memanfaatkan media baru ini untuk mengeruk keuntungan. Satu satunya cara adalah mengikuti arus perubahan dengan menggelar produk musik secara online maka singles dalam satu album bisa didownload makalh individual dan tidak lagi wajib membeli satu album penuh.

Adinoto seorang pencinta Apple mengungkapkan fakta dalam sebuah milis bahwa penyedia musik digital online iTunes Music Store berhasil menjadi penjual terbesar ke 4 1. Amazon dengan jualan 3 milyar download lagu, dan 50 juta film. Menurut Hanna Hallberg seorang analis dari BergInsight.

Kaum pesimistis bisa saja berdalih bahwa fakta sxlon kan berasal dari Barat yang kecqntikan masyarakatnya menghargai hak cipta sedangkan di tanah air kondisinya berbeda karena masyarakatnya kurang menghargai hak cipta alias lebih suka beli barang bajakan.

Saya katakan jangan terlalu percaya analisa yang tergesa gesa seperti itu karena parameter yang digunakan tidak seluruhnya valid.